Postingan

#96 Self-rewarding

Setelah hampir sepanjang waktu saya main plurk, saya akhirnya menyadari sesuatu. Saya ternyata mencari feedback, saya kadang ingin curhat, saya kadang ingin bersosialisasi. Apakah salah mencari hal semacam itu di media sosial? Saya pikir tidak salah juga, hanya saja cara ini terlalu instan.
Kita membutuhkan sesuatu yang self-rewarding. Sesuatu yang membuat kita puas dan terpenuhi ketika melakukan sesuatu. Sayangnya, untuk ukuran kegiatan yang tidak makan usaha dan waktu, perasaan terpenuhi itu sulit tercapai. Maka dari itu, kadang saya mempelototi layar terus menerus seharian tanpa merasa cukup puas. Padahal, kalau saya melakukannya dengan mengorbankan waktu dan usaha pasti saya lebih puas.
Puasnya dimana? Segala hal yang saya bisa dapatkan, misalnya feedback, curcol, atau sekedar say hi, meskipun sedikit, terasa lebih bermakna. Sudah, itu saja. Intinya, tinggalkan sosial media karena itu terlalu instan dan less rewarding dibandingkan dengan kegiatan yang nyata.

#95 Kunjungan Ibu ke Maba

Waktu saya bilang saya tidak pulang ke Makassar tahun ini, mungkin Ibu sudah merencanakan kunjungannya. Padahal, bukan pertama kali saya merantau, dan bukan juga pertama kali saya tidak pulang ke rumah untuk lebaran. Ya, tapi ini pertama kalinya Ibu sampai mendatangi saya ke Maba dengan alasan gizi.
Yup, semua orang di rumah tahu kalau saya ini malas. Saya malas masak, padahal saya makan banyak. Ralat, bukan makan banyak tapi makan makanan apa saja yang ada. Dan dalam keadaan tidak ada makanan, saya juga malas keluarkan uang untuk sekedar beli makan di luar. Ibu pasti mengira saya sedikit lagi bakal mati kelaparan.
Ibu berkunjung ke Maba bersama si Adik Bungsu. Mereka berkunjung tanggal 11 Juni sampai 14 Juni. Tanggal 11 Juni berangkatnya, ketibaan delay 3 jam. Untung sudah pesan mobil sebelum terbang, maklumlah di bandara Buli tidak ada sinyal sama sekali.
Inti kunjungannya adalah masak. Ibu mau masak untuk saya. Yah, jadi kangen juga masakan Ibu. Dan jadi kangen juga rasanya lantai…

#94 Hidup yang naik level

Di sela-sela labilnya sinyal di daerah ini, yang mana kadang 4G, kadang EDGE, kadang 4G palsu (tertulis 4G tapi kualitas EDGE), saya menyempatkan menulis. Saya ingin menulis tentang satu kalimat yang nyeletuk muncul begitu saja dari lubuk sanubari yang terdalam.
"Saya berharap semuanya terus mudah seperti ini."
Satu kalimat dan *puff* tunggu saja apa yang terjadi. Mendengar apa yang baru saja saya katakan akan membuat kehidupan berespon sebaliknya. Seolah-olah tidak senang melihat sesuatu itu mudah. Memang begitulah selama ini kehidupan bekerja. Sebuah pelajaran hidup akan terus diulang dan diulang dalam bentuk ujian sampai itu dikuasai, setelah itu akan muncul ujian hidup yang selanjutnya. Dan ketika saya merasa yang sedang saya alami ini sudah dalam kategori mudah, saya lalu naik level. Semuanya jadi terasa susah lagi.
Sebenarnya yang saya omongkan di atas itu tentang beberapa game yang saya mainkan. Ketika saya naik peringkat, saya kembali merangkak seperti newbie, kembal…

#93 Maba, hari-33

Bukan. Ini bukan diary. Ini hanya rangkuman selama 33 hari di sini. Sekarang tanggal 2 Mei, dan saya masih sehat wal-afiat meskipun kadang pilek di malam hari utamanya kalau kena kipas.
Nyamuk di sini lumayan tidak terlalu mengganggu, jadi tidak ada langkah khusus untuk mengusir nyamuk. Hanya saja, kalau lagi mengganggu ya mengganggu sekali. Setidaknya nyamuk adalah salah satu masalah yang harus saya perhatikan.
Di sini semut bisa muncul dimana saja. Sudah masuk kategori mengganggu karena cemilanku dicicip mereka. Menanggapi hal ini, dengan terpaksa saya menggunakan kapur ajaib di lemari makanan, lemari baju, jendela, pintu, meja, dan galon air. Saya belum tahu berapa lama kapur ajaib itu ampuh, tetapi saat ini mengganggunya semut sudah terkontrol.
Tikus. Tikus muncul di daerah dapur dan plafon rumah. Selama daerah kekuasaanku tidak dimasuki, saya pikir belum waktunya saya menggunakan perangkap tikus. Kadang saya berpikir tikus itu lucu. Yeah, that's why.
Sejenak mari lupakan ham…

#92 Some words for me myself

"You sure are going to cultivate, but you need to be extra-careful as the traps are everywhere (even in front of your current full name)"

#91 Otoritas yang lebih tinggi

Andaikan saja kamu adalah orang paling berkuasa di dunia ini apa yang akan kamu lakukan? Semua keputusan ada di tanganmu tanpa perlu ijin dari siapa-siapa. Kamu tinggal bertindak untuk sesuatu yang dianggap perlu. Apakah itu yang akan kamu lakukan?
Kalau saya sih iya begitu. 
Kadang kita berada di daerah kekuasaan terbatas dalam artian kita bebas melakukan apa saja selama itu ada dalam wewenang kita. Sedangkan apabila kita hendak memutuskan sesuatu di luar daripada itu diperlukan ijin dari otoritas yang lebih tinggi. Nah, disinilah masalah saya terletak.
Saya ini lancang. Berbuat dan memutuskan seenaknya. Melanggar wewenang orang lain. Ini adalah cerita ketika saya memberi ijin pasien untuk pulang. Kondisi pasiennya bagus. Saat saya visite, dia minta pulang ke saya. Berhubung perawat yang ada di situ menghendaki hal yang sama dengan si pasien maka saya jadi terbawa-bawa. Pasien itu pun saya pulangkan. Saya yakin sekali bahwa si pasien ini tidak sedang kenapa-napa. Sudah sehat.
Saya l…

#90 Gambaran rutinitas saya selama dua minggu belakangan di Maba

Apa yang lebih nikmat dari tidur di pagi hari? Desiran kipas angin, kasur yang empuk, kicauan burung yang merdu di luar jendela membuat waktu pagi semakin nikmat untuk diajak tidur. Namun semuanya berubah ketika alarm melengking. Saya harus bangun.
Laki-laki yang lumayan tinggi ini biasanya akan langsung ke depan cermin melihat wajah aslinya. Tidak jarang cermin menampakkan wajah cemberut ketika bertemu saya di waktu pagi. Itu artinya saya harus membujuk cermin dengan senyuman supaya dia juga menampakkan wajah ganteng yang tersenyum.
Dalam satu hari, tujuan pertama yang harus dicapai adalah menciptakan mood yang bagus. Tanpa mood yang bagus saya akan mengacaukan seluruh agenda dalam sehari seperti yang terjadi pada tulisan #88 dahulu. Menciptakan mood yang bagus paling tepat dilakukan di pagi hari. Ada yang bilang, berbahagialah sampai jam sepuluh pagi, setelah itu Anda akan berbahagia terus sepanjang hari.
Setelah memastikan mood saya dalam keadaan baik saya akan mengingat lagi hari…