Postingan

#98 Membangun diri

Kita hidup tidak hanya jalan di tempat, kita akan beranjak dari satu masalah ke masalah lain, dari satu waktu ke waktu yang lain, dari satu tempat ke tempat lain. Kadang kita membutuhkan penyesuaian, kadang kita membutuhkan latihan, kadang kita membutuhkan pengakuan.
Hal aneh yang saya lakukan belakangan ini tidak banyak. Pertama, saya mendaftar FCCS. Saya memang niat ke arah sana, tapi ini tergolong hal aneh karena saya tidak bisa mengaplikasikan di tempat saya bertugas.
Hal aneh kedua adalah saya belajar caranya berdiri tegak, duduk dengan elegan, berjalan dengan berwibawa, serta belajar caranya menjadi menyenangkan bagi orang baru. Aneh, karena setiap orang mungkin sudah tahu, sementara saya baru belajar.
Hal aneh ketiga adalah saya dimasukkan ke kepanitiaan untuk akreditasi rumah sakit, dimasukkan pula ke komite medik. Anehnya adalah, karena bagian-bagian yang ditugaskan ke saya justru mengurusi perilaku orang lain. Just for your information, itu kelemahan terbesar saya.
Hal aneh…

#97 Right here right now

Saya membuka kalender, rupanya Agustus sudah masuk pekan pertama. Apa saja yang saya lewatkan? Hm, saya rasa tidak penting. Beberapa orang menikah, beberapa sekolah lagi, beberapa melanjutkan karirnya ke tingkat lebih tinggi, beberapa jadi selangkah lebih dekat dengan tujuannya, beberapa memprogram waktunya supaya lebih maju. Saya? Pfftt, saya bukan orang seperti itu.
Saya mengaku orang intovert, dan kayaknya memang sama sekali bukan ekstrovert. Akan tetapi, saya saat ini kesulitan kalau mau skrining ke dalam tentang hal apa saja yang menyenangkan. Atau tentang hal apa saja yang harus diperjuangkan. Atau hal apa saja yang harus dianu-itukan. Saat ini saya merasa berkecukupan, saya merasa hidup sudah sempurna, dan tidak ada lagi hal penting yang perlu diperjuangkan. Orang lain akan tertawa mendengar ini.
Pasalnya, saya belum menikah. Saya belum cukup modal untuk sekolah. Saya belum bersungguh-sungguh menguasai satu bahan keilmuan. Saya belum punya ini dan belum punya itu. Banyak sekal…

#96 Self-rewarding

Setelah hampir sepanjang waktu saya main plurk, saya akhirnya menyadari sesuatu. Saya ternyata mencari feedback, saya kadang ingin curhat, saya kadang ingin bersosialisasi. Apakah salah mencari hal semacam itu di media sosial? Saya pikir tidak salah juga, hanya saja cara ini terlalu instan.
Kita membutuhkan sesuatu yang self-rewarding. Sesuatu yang membuat kita puas dan terpenuhi ketika melakukan sesuatu. Sayangnya, untuk ukuran kegiatan yang tidak makan usaha dan waktu, perasaan terpenuhi itu sulit tercapai. Maka dari itu, kadang saya mempelototi layar terus menerus seharian tanpa merasa cukup puas. Padahal, kalau saya melakukannya dengan mengorbankan waktu dan usaha pasti saya lebih puas.
Puasnya dimana? Segala hal yang saya bisa dapatkan, misalnya feedback, curcol, atau sekedar say hi, meskipun sedikit, terasa lebih bermakna. Sudah, itu saja. Intinya, tinggalkan sosial media karena itu terlalu instan dan less rewarding dibandingkan dengan kegiatan yang nyata.

#95 Kunjungan Ibu ke Maba

Waktu saya bilang saya tidak pulang ke Makassar tahun ini, mungkin Ibu sudah merencanakan kunjungannya. Padahal, bukan pertama kali saya merantau, dan bukan juga pertama kali saya tidak pulang ke rumah untuk lebaran. Ya, tapi ini pertama kalinya Ibu sampai mendatangi saya ke Maba dengan alasan gizi.
Yup, semua orang di rumah tahu kalau saya ini malas. Saya malas masak, padahal saya makan banyak. Ralat, bukan makan banyak tapi makan makanan apa saja yang ada. Dan dalam keadaan tidak ada makanan, saya juga malas keluarkan uang untuk sekedar beli makan di luar. Ibu pasti mengira saya sedikit lagi bakal mati kelaparan.
Ibu berkunjung ke Maba bersama si Adik Bungsu. Mereka berkunjung tanggal 11 Juni sampai 14 Juni. Tanggal 11 Juni berangkatnya, ketibaan delay 3 jam. Untung sudah pesan mobil sebelum terbang, maklumlah di bandara Buli tidak ada sinyal sama sekali.
Inti kunjungannya adalah masak. Ibu mau masak untuk saya. Yah, jadi kangen juga masakan Ibu. Dan jadi kangen juga rasanya lantai…

#94 Hidup yang naik level

Di sela-sela labilnya sinyal di daerah ini, yang mana kadang 4G, kadang EDGE, kadang 4G palsu (tertulis 4G tapi kualitas EDGE), saya menyempatkan menulis. Saya ingin menulis tentang satu kalimat yang nyeletuk muncul begitu saja dari lubuk sanubari yang terdalam.
"Saya berharap semuanya terus mudah seperti ini."
Satu kalimat dan *puff* tunggu saja apa yang terjadi. Mendengar apa yang baru saja saya katakan akan membuat kehidupan berespon sebaliknya. Seolah-olah tidak senang melihat sesuatu itu mudah. Memang begitulah selama ini kehidupan bekerja. Sebuah pelajaran hidup akan terus diulang dan diulang dalam bentuk ujian sampai itu dikuasai, setelah itu akan muncul ujian hidup yang selanjutnya. Dan ketika saya merasa yang sedang saya alami ini sudah dalam kategori mudah, saya lalu naik level. Semuanya jadi terasa susah lagi.
Sebenarnya yang saya omongkan di atas itu tentang beberapa game yang saya mainkan. Ketika saya naik peringkat, saya kembali merangkak seperti newbie, kembal…

#93 Maba, hari-33

Bukan. Ini bukan diary. Ini hanya rangkuman selama 33 hari di sini. Sekarang tanggal 2 Mei, dan saya masih sehat wal-afiat meskipun kadang pilek di malam hari utamanya kalau kena kipas.
Nyamuk di sini lumayan tidak terlalu mengganggu, jadi tidak ada langkah khusus untuk mengusir nyamuk. Hanya saja, kalau lagi mengganggu ya mengganggu sekali. Setidaknya nyamuk adalah salah satu masalah yang harus saya perhatikan.
Di sini semut bisa muncul dimana saja. Sudah masuk kategori mengganggu karena cemilanku dicicip mereka. Menanggapi hal ini, dengan terpaksa saya menggunakan kapur ajaib di lemari makanan, lemari baju, jendela, pintu, meja, dan galon air. Saya belum tahu berapa lama kapur ajaib itu ampuh, tetapi saat ini mengganggunya semut sudah terkontrol.
Tikus. Tikus muncul di daerah dapur dan plafon rumah. Selama daerah kekuasaanku tidak dimasuki, saya pikir belum waktunya saya menggunakan perangkap tikus. Kadang saya berpikir tikus itu lucu. Yeah, that's why.
Sejenak mari lupakan ham…

#92 Some words for me myself

"You sure are going to cultivate, but you need to be extra-careful as the traps are everywhere (even in front of your current full name)"